Wednesday, November 13, 2013

Gaji pertama-Nasihat untuk berzakat dan menabung.

Yang pertama itu selalu penuh kesan ya,begitu juga pastinya dengan gaji pertama, walaupun sudah lama sekali sekitar 14 tahun yang lalu, masih saja ingat kisah soal gaji pertama.  Waktu itu, Ibu bekerja di sebuah perusahaan Asuransi kerugian swasta di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.   Masih terbayang jelas kebahagiaan kedua orangtua Ibu pada saat Ibu mengabari diterima bekerja, bahkan mereka menghadiahi Sepatu  hitam cantik berhak 5 senti dan tas hitam yang tak kalah cantiknya untuk Ibu pakai bekerja, pekerjaannya sendiri dibidang administrasi keuangan, duduk manis dimeja kerja dengan layar komputer menyelesaikan rekonsiliasi bank atau mengerjakan slip-slip dengan  mesin tik elektrik yang setia menemani. 

Yang terbayang ketika sudah diterima bekerja adalah keinginan untuk mandiri dan bisa beli apa-apa sendiri serta niatan untuk berbagi ke adik-adik Ibu yang jumlahnya 4 orang itu dan tentu saja ke orangtua.  Ibu masih ingat, Ibu bilang Ibu akan mengganti harga sepatu dan tasnya begitu sudah gajian, dan ketika Ibu tanyakan harga sepatunya, mamanya Ibu bilang harganya 250 ribu dan harga tasnya 300 ribu..., hi hi hi Ibu benar-benar kaget, karena gaji pokok yang diterima hanya seharga sepatunya ditambah uang makan  2 Ribu  Perak  dan uang transport  3 Ribu perak, Mama dan Alm Papanya Ibu cuma tersenyum simpul dan bilang, walaupun gajinya Ibu kecil tapi mereka bangga dan bahagia karena Ibu sudah bekerja, jadi semua itu hadiah dan tidak usah diganti.  Horeeee senanglah jelas, mereka cuma berpesan mulai saat gaji pertama ini, Ibu harus disiplin untuk menunaikan zakat dan juga tidak boleh boros dan harus rajin menabung.  Nasihat yang kata anak muda sekarang terdengar  klise banget ya tapi Insya allah akan terus Ibu jalankan.

Tawaran makan-makan dari Ibu pun ditolak oleh mereka, jadilah Gaji pertama yang jumlahnya sekitar 350 Ribuan itu dipakai untuk zakat 2.5 %, dan dikirimkan ke neneknya Ibu yang ada di Kampung nan jauh dimato di Solok sana dan satu lagi ke neneknya Ibu yang ada di Jakarta.  Hampir setiap hari sepulang kerja setelah gajian Ibu mampir untuk beli penganan ringan untuk orangtua dan adik-adik dirumah, kadang hanya roti bakar yang dibeli begitu Ibu turun dari angkot menuju angkot berikutnya atau kadang sate ayam Santa yang baru buka sore hari dan  antriannya banyak itu, sederhana saja tapi semua orang dirumah senang dan bahagia .

Anjuran menabung berguna sekali ketika Ibu akan melanjutkan sekolah setahun kemudian, Ibu bisa membayar SPP sendiri, rasanya bangga sekali, melanjutkan sekolah lagi dengan tidak membebani orangtua.  nampaknya nasihat itu masih sangat cocok untuk jaman sekarang, ingatlah selalu untuk mengeluarkan zakat karena dalam harta yang kita punya ada bagian milik orang lain dan menabunglah supaya hidupmu beruntung.

12 comments:

  1. Replies
    1. iya lidya, kalau engga habis duluan ...

      Delete
  2. Menabung
    Yeah, saya juga sedang berusaha untuk menabung untuk lanjut kuliah. tak lupa byar zakat.. hehe

    Makasih udah ikutan GA ini^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama..
      senang bisa ikut berpartisipasi

      Delete
  3. pasti bangga ya bisa sekolah dengan uang sendiri :)

    ReplyDelete
  4. baca ini jadi malu akuuh.. dulu gaji pertama ga bayar zakat. gaji pertama dapat sewaktu kuliah, dipake buat makan2 di h*kben sama 4 orang sahabat di kampus..hikss..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi hi.....temen2 kampus udah misah pas dapat kerjaan..jadi gak ada traktir2 temen kampus..cuma teman2 dekat aja jeng.

      Delete
  5. gaji pertama, pastinya berjuta rasanya, bangga, bahagia terharu...
    itu sepatu jaman segitu harga 250 dan tas yang 300, pastinya mahal banget ya Mbak... kan jaman duluuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi hi iya Elsa....jaman dulu harga segitu....gaji gak cukup pulaks he he he he he

      Delete
  6. kl sy udh lupa, gaji pertama utk apa hehhe

    ReplyDelete

ikutan yuks

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...