Thursday, April 28, 2016

Resep Mie Goreng Sederhana yang enak

Minggu lalu ada teman yang bawa Mie Goreng ke tempat kerja, rasanya endess banget, dan langsung ditodong resepnya, resepnya katanya sederhana banget, tapi buat yang gak pernah ataupun jarang-jarang  cobain membuatnya dan yang kebayang adalah buat mie goreng instant, resep yang mudah juga jadi tidak terasa mudahnya he he he, ini resepnya  :

MIE GORENG

Bahan
·    Mie telor
·    Udang (bisa diganti bahan lain yang ada)
·    Sayuran (kol, daun bawang, daun seledri, wortel) potong sesuai selera
·    Bawang bombay iris tipis
·    Kecap

Haluskan
·  Bawang putih
·  Lada utuh
·  Garam

Cara Membuat
Siapkan air dalam panci sampai  mendidih kemudian masukkan mie telor, setelah empuk angkat dan siram dengan air matang agar tidak menggumpal. Setelah mie agak dingin siramkan minyak sambil diaduk2 agar tidak lengket.
Panaskan minyak secukupnya untuk menumis bawang bombay setelah wangi masukkan bumbu yang sudah dihaluskan. Setelah bumbu berbau harum masukkan udang aduk hingga udang berubah warna dan matang kemudian masukkan sayuran aduk2 setelah agak matang baru masukkan mie telor dan tambahkan kecap, aduk sampai merata.

Selesai deh.
Malu dunk ya kalau udah minta resep engga dicobain buat, akhirnya di weekend lalu di coba buatnya nih, ternyata memasak memang gak sesimpel dan semudah memakannya ya, bumbu halusnya mesti ditumbuk dulu, bawang bombay mesti diiris begitu juga daun bawang sledri, wortel dikupas dan potong korek api dan direbus sebentaran. Karena gak ada udang, adanya ayam goreng, ayam gorengnya disuwir-suwir lebih dahulu, baru mulai eksekusi, dan semuanya dikasi ilmu kira-kira gak ada takaran pasnya .

Dan hasilnya enak loh, mungkin karena asisten pulper yang biasa buat begini buatnya agak berminyak, kalau yang dibuat minggu lalu sebaliknya, jadilah lebih berasa enak, he he he jarang-jarang memang ibu memasak, lebih senang baking biasanya, dan kalau masak lebih senang buat yang mudah-mudah macam spaghetti atau lasagna,hi hi kapan belajar masakan Padang ya kalau begini.




Friday, April 15, 2016

Bulan Februari dan Maret lalu

Di Februari tanggal 15 ada  ulangtahun mas Dzaky, sudah 13 tahun usianya sekarang, sudah abege, tidak minta apa-apa di ulangtahunnya ini, udah gede sih ya, sehari sebelumnya di Minggu malam disempatkan membuat Cheesecake ala Ibu dengan bahan-bahan yang ada saja, hasilnya enak dunk pastinya kan dibuatnya dengan penuh cinta, walau penampakan ya alakadarnya gitu deh.

Alhamdulillah, di tahun  keduanya sekolah di sekolah negeri ini, mas dzaky tetap jadi anak rajin, gak pernah minta apa-apa, bahkan uang saku bulanan ibu lupa kasih aja dia gak minta , bahkan beberapa bulan terakhir ini salat wajibnya selalu disempatkan pergi ke masjid, mudah-mudahan selalu begitu seterusnya sampai dewasa ya nak, amin.  Cuman yang ibu gemes, anak ini pendiam banget,memang dari dulu anaknya pendiam, tapi sejak remaja jadi semakin pendiam, padahal waktu batita cerewetnya ampun-ampun, kegiatan mas dzaky sekarang sekolah dan mengaji di musholla, serta eskul taekwondo disekolah 2 hari seminggu dan tiap weekend ikutan les renang juga bareng adik-adiknya.

Bulan berikutnya, ada ulang tahun si anak tengah, Sabtu 12 Maret 2016 lalu, kaka fai ulang tahun ke-9, kali ini dia gak minta kue ulang tahun, tapi minta beli mainan saja.  Dia bilang dia lebih suka mentahnya saja daripada kue ulang tahunnya, di Sabtu pagi itu ternyata ada kejutan dari nenek yang bekerjasama sama teteh asisten pulper di rumah, subuh-subuh mengerjakan nasi kuning sebagai tanda syukur dan harapan semoga kaka fai jadi anak yang  soleh, sopan, pintar, dan lain-lain yang bagus-bagus deh doanya.
 
Setelah pulang les musik, langsung deh kita ke mall favorit kita yaitu kokas untuk beli mainan, Raffa dan mas Dzaky sekalian diminta beli mainan juga, jadi sekalian kadonya di pas ulangtahun kaka fai. Mas Dzaky memilih Lego tapi udah bukan lego hero factory lagi, dia pilih satu lego, Raffa yang lagi suka Potato Head pilihannya juga cuman satu, raffa tuh lucu deh, kalau beli mainan maunya cuma satu aja, waktu beli mobil-mobilan juga gitu, pilihnya cuma satu mobil car aja,  kali ini juga cuma mau satu aja potato head yang Hulk, akhirnya ditambahin mobil-mobilan lego sama ay ....sementara kaka fai pilih mainanya yang kecil-kecil sampai 4, Ada Woody,Buzz Lightyear,Big Hero 6 dan Darth Veder. 

Tiba-tiba minta di foto..mainan bentaran disini aja udah buat Raffa senang, bahagianya sederhana banget..
hari Minggunya, pagi-pagi ibu dan ay antar kaka Fai buat Ujian pianonya, ujiannya sebentaran banget, pas ditanya katanya sih bisa, tapi hasil ujiannya  sampai sekarang belum keluar juga. 

kaka fai lagi serius sebelum dipanggil masuk ruangan

Selanjutnya di tanggal 16 Maret lalu ada anniversary pernikahan kita, udah 14 tahun aja, gak ada acara apa-apa karena jatuhnya kan hari Rabu dan kebetulan minggu itu ay lagi sibuk banget pulang malam terus, tadinya rencananya mau dinner berduaan aja didekat rumah, ibu pengen nyobain makan sushi dan ramen, akhirnya cuman kirim-kiriman doa aja sama si ay, bersyukur banget atas semua anuegerahNya buat kita selama ini .

Tuesday, April 12, 2016

Kisah ibu yang tinggal Sendiri

Di hari Rabu minggu lalu, subuh-subuh sudah mendapatkan pesan kabar duka cita, sebelum berangkat kerja, kami menyempatkan diri dahulu untuk Takziah, masih satu lingkungan RW yang sama walaupun berbeda RT dan kebetulan almh juga pengurus majelis taklim di lingkungan tempat tinggal dimana ketuanya adalah mamanya Ibu, di foto keluarga terpampang si Ibu yang masih muda dan cantik, serta suami dan anak satu-satunya saat masih kecil yang dua-duanya sudah lebih dahulu 'Pergi".

Beberapa jam sebelum wafatnya masih ceria berkumpul dengan teman-temannya di Musalla dekat rumah, beliau minta foto-foto dengan alasan untuk kenang-kenangan dengan semua teman-temannya malam itu.

Terus kalau beliau hidup sendiri, siapa yang menemukan beliau saat wafat  karena dari wa dukacita yang beredar disebutkan jam wafatnya.

Cerita lengkapnya akhirnya didapat sore hari sepulang kerja dari mamanya Ibu, tanggal lahir bulan dan tahun lahirnya almh sama persis kayak mamanya Ibu,  Malam jelang wafatnya, kebetulan ada anak angkat dan adik kandung beliau, merasa ada yang dirasakan di dinihari itu, beliau diantar ke Rumah Sakit, masih bisa jalan sendiri dan naik ke ranjang periksa sendiri di UGD dan tidak berapa lama kemudian sudah "Pergi".


Bagaimana dan dimana serta kapan hidup kita akan berakhir sungguh suatu misteri ,,,Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un (Arabic: إِنَّا للهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ‎)إِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ‎) We surely belong to Allah and to Him we shall return.


Jangan tertipu dengan usia muda karena syarat mati tidak harus tua.
Jangan terpedaya dengan tubuh yang sehat karena syarat mati tidak mesti sakit,
Jangan terpedaya dengan harta kekayaaan sebab si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar.
Teruslah berbuat baik,berniat baik,berkata yang baik, meskipun tidak banyak orang yang mengenalimu. cukuplah ALLAH yang mengenalimu lebih dari pada orang lain, jadilah bagai jantung yang tak terlihat,tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita harus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan olehnya. Mudah2an ALLAH senantiasa menaungi rahmat-nya setiap langkah kita.

 from Renungan dan Kisah Inspiratif Facebook Wall

Thursday, March 24, 2016

Klaim JHT (Jaminan Hari Tua) Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan)

Mau share pengalaman yang masih hangat saat bertandang ke BPJS Ketenagakerjaan untuk mencairkan JHT  100 % , kalau waktu berhenti kerja pertama kalinya 15 tahun lalu khan peraturannya tidak bisa dicairkan, menunggu sampai 5 tahun 1 bulan atau nanti saat berusia 56 tahun baru bisa di cairkan Jamsosteknya,dengan adanya peraturan baru 1 September 2015, JHT bisa dicairkan 100 %.


Saat kemarin siang  mendatangi  BPJS ketenagakerjaan di Salemba, tanya-tanya nomor antrian ambilnya dimana dan langsung ambil nomor antrian dapat  E-sekian, saat itu tinggal 4 antrian lagi, dan tidak menunggu lama akhirnya nomor antriannya dipanggil, sudah pede karena sudah bawa berkas semuanya lengkap asli dan fotocopy,  bilang mau cairin Jamsostek, dan ternyata kalau mau ambil antrian untuk mencairkan antrinya mulai jam 7 Pagi setiap hari dan disediakan 100 nomor antrian dan formulir JHT yang harus diisi diberikan berbarengan dengan nomor antriannya, begitu penjelasan mbak Cs yang ramah,  jadi siang seperti ini sudah tidak dilayani kalau mau klaim JHT. 

Untuk persyaratan Klaimnya:

Ternyata kalau  mencairkan klaim secara online tidak usah antri pagi-pagi untuk ambil nomor antrian, pada halaman pertama kita mesti isi data-data kita di https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim dan jangan lupa saat mengisi nomor handphone dengan benar karena PIN kita di halaman 2 isian e klaim akan dikirim ke handphone kita dan alamat email juga harus benar karena pemberitahuannya dikirim via email.  Jadilah, kemarin itu langsung menuju kesitus yang diberikan Mbak CS dan mengupload dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Tidak berapa lama dapat pemberitahuan via  email  bahwa akan ada pemberitahuan selanjutnya  paling lama pukul 19.00 hari kerja berikutnya.  Tidak pakai menunggu besok, 2 jam kemudian masuk email berikutnya yang memberitahukan kalau pengajuan klaim jaminan melalui website (E-klaim) telah memenuhi persyaratan dan untuk proses selanjutnya silahkan datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang yang telah kita pilih sebelumnya  paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan ini dengan membawa semua dokumen yang asli dan mengambil antrian khusus untuk Elektronik Klaim (E-Klaim) pada jam kerja 08.30 WIB - 16.30 WIB.   

Antrian khususnya membantu sekali, karena pagi hari tadi itu penuh sekali kantor BPJS nya, dan tidak perlu berlama-lama menunggu  sekitar satu jam menunggu, nomor antrian dipanggil dan setelah ngobrol-ngobrol sebentar, diminta foto, dan urusan dinyatan kelar, Klaim JHT kita akan masuk ke rekening dalam waktu 7 hari kerja .


interviewnya ngobrol santai dan abis itu langsung foto

Wah ternyata mudah dan cepat ya urusannya, jadi kalau pakai E-Klaim cukup satu kali datang saja sudah beres deh urusannya dan enaknya kita tidak diminta berkas fotocopynya,   kartu Jamsostek  dan Paklaring jangan sampai hilang ya, perlu banget buat urusan seperti ini, jadi bagi teman-teman yang sudah berhenti bekerja, sangat dihimbau untuk menyimpan baik-baik Surat Keterangan Pemberhentian Kerjayang telah diberikan perusahaan. Jangan sampai rusak apalagi hilang.  Kartu Jamsostek juga mesti disimpan baik-baik, kalau hilang mesti melaporkan ke kantor polisi atas kehilangan kartunya untuk pengurusan Klaim JHT ini dan kalau kartunya hilang pakai surat keterangan hilang dari kantor polisi, dan proses Klaim JHT nya tidak bisa melalui E-Klaim. 

Demikian pengalaman mengurus Klaim JHT hari ini, semoga bermanfaat.
                 

Wednesday, March 16, 2016

Belajar Keterampilan Hidup

Setelah hari ini postingan ini  nongol di Urbanmama, baru ingat ternyata masih mengendap di draft, jadi diposting aja sekalian disini ya.

Orangtua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Kalau dulu sewaktu kecilnya orangtua hidupnya susah, pastinya  orangtua tidak ingin hidup susahnya terulang juga untuk anak.  

Saat dulu, ibu baru belajar mengerjakan pekerjaan rumah setelah kelas 3SMA, selama 18 tahun dari mulai usia 3 bulan sama kelas 3 SMA, ada enyak yang selalu menemani hari-hari kita dirumah dan yang mengerjakan semuanya dirumah, mengurus anak-anak 5 orang, bersih rumah, masak dan semuanya, orangtua ibu dua-duanya bekerja, perginya pagi-pagi dan pulangnya sore atau malam hari, mamanya Ibu tiap hari selalu memasak juga, karena alm papa harus masak masakan istri, dan weekend biasanya selalu dihabiskan untuk memasak, tapi ya anak-anak tinggal makan saja, terima beres istilahnya.

Setelah enyak pensiun karena memang sudah tua sekali dan tidak sanggup bekerja lagi, kerepotan pun timbul, mencari asisten Rumah tangga yang seperti enyak rasanya mustahil untuk ditemukan.  Mulailah saat-saat dimana kami sering berganti-ganti asisten rumah tangga, saat enyak pensiun itu, rumah kami baru saja direnovasi menjadi 2 kali besarnya dan rata-rata yang bekerja disini sudah takut duluan begitu melihat rumah dan banyaknya orang didalamnya, hmm sebenarnya tidak banyak juga sih, hanya orangtua dan 5 orang anak-anaknya serta kenyataan kalau hanya ada papan penggilasan.

Masa-masa tidak ada asisten rumah tangga membuat kami akhirnya membagi - bagi tugas, yang pulang duluan yang memasak nasi, saat itu yang kebagian tugas memasak nasi (masak nasinya masih pakai panci biasa dan setelahnya dipindahkan ke dandang) adalah adik yang bungsu yang masih SD,satu-satunya cowok,biasanya lauk pauk sudah disiapkan mama sebelum beliau berangkat kerja, atau kalau beliau tidak sempat memasak, yang pulang duluan setelahnya yang harus menyiapkan, biasanya standart saja kebisaan kami, kalau tidak telor ceplok ya pastinya telor dadar, he he he, untung enggak bisulan ya.

Jadilah akhirnya masing-masing dari kami memiliki spesialisasi kesukaan masing-masing.  Ibu 3 boys sebagai anak sulung sukanya bersih-bersih rumah, menyapu dan mengepel, mencuci piring dan menyetrika baju kalau bisa tukar dengan adik yang lainnya, sebisa mungkin ditukar, mencuci piring membuat kulit tangan saya menjadi gatal dan kasar bahkan pernah telapak tangan kena kutu air, sementara menyetrika baju entah mengapa sangat sulit dikuasai dan panasnya itu lho, gak nahan deh.

Dengan tangan dan kaki yang kutu air begitu, apakah tugas di berhentikan, jawabannya ya tidak, tugas tetap tugas, apakah ada manfaatnya tugas-tugas tersebut dikemudian hari, tidak dapat diingkari, ternyata sangat bermanfaat sekali.

Tugas yang tidak disukai justru jadi tugas yang pertama kali dilakukan setelah menikah, saat ikut suami ke daerah tempat dia bertugas seminggu setelah menikah, suami bekerja dan saya harus mencuci tumpukan pakaian suami yang tidak sempat dicuci karena beliau menjemput keluarganya di kota lain sebelum  ke Jakarta untuk menikah, benar-benar pengalaman yang berkesan sekali.

Selanjutnya, karena kami berdua sama-sama bekerja, setelah memiliki satu orang anak, kami mulai dipusingkan dengan urusan asisten rumah tangga ini, sampai akhirnya 7 tahun terakhir ini, kami sudah tidak dipusingkan lagi urusan keluar masuknya asisten rumah tangga lagi karena sudah klik dengan asisten pulang pergi ini, si teteh bahkan tidak keberatan ditambah pekerjaannya untuk mengasuh anak yang bungsu yang saat ini usianya sudah 4 tahun, semua pekerjaanya dilakukan dengan baik, rumah bisa tetap rapi, dan masakannya juga  enak.

Kami mulai memberikan tugas kecil,anak-anak  bertanggung jawab untuk membersihkan rumah saat si teteh libur atau sakit, biasanya yang sulung pilih menyapu dan yang tengah pilih mengepel, untuk urusan mencuci,saat sekarang sudah lebih mudah karena adanya mesin cuci, si sulung biasanya ditugaskan mencuci baju dan dijemur bersama - sama adiknya.  Saat ini mencuci piring sendiri setelah makan juga sudah dibiasakan, si sulung sudah tertib, si tengah masih belum mau, memasuki tahun yang baru yang sudah menginjak bulan ketiga ini, mereka mendapat tambahan menyetrika baju masing-masing selain pakain seragam sekolah yang masih ditangani teteh, karena masing-masing anak memiliki jadwal sendiri, jadilah mereka sendiri yang mengatur kapan mereka menyetrika bajunya.


Sejauh ini kegiatan tersebut berjalan lancar, kami menyebut tugas dan tanggung jawab anak-anak itu sebagai keterampilan hidup, dan mudah-mudah kelak berguna buat mereka di masa yang akan datang.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...