Tuesday, June 26, 2018

Lebaran 2018

Lebaran kali ini kita ikutan mudik juga di hari H lebaran, selepas salat ied langsung siap-siap untuk berangkat.


Sarapan sudah sebelum salat, selepas salat Ied langsung lah kita berangkat, Roti Holland Bakery sudah dibeli sehari sebelumnya dan logistik sudah disiapkan, kita bawa makanan lengkap pakai rantang Tupperware gitu, isinya Tempe orek, rendang bikinan nenek, ayam goreng, sambal goreng ati, di wadah yang lain  ada Dendeng batokok, kerupuk udang dan emping,nasinya dibungkus kertas dan tidak lupa membawa piring untuk alas makannya. Gak keingatan buat foto-foto makanannya loh,perjalanan di hari itu lumayan lancar, ikutan nyobain jalan tol Fungsional yang masih belum jadi itu, di KM 300 an masih ada warga yang nyebrang pakai sepeda motor....dan sepanjang tol yang baru yang udah jadi banyak banget bangkai anjing dan kucing dipinggir jalan. Di jalan tol alternatif itu yang baru jadi satu ruas, disiang yang panas sekali, akhirnya kita berhenti yang agak lamaan dikit, sebelumnya udah beberapa kali berhenti di Rest Area , isi bensin sama numpang ke Toilet, karena ruas tolnya aja belum jadi, jadi prediksi kita tempat berhenti disitu pasti penuh dan saat lebaran makanan yang ada di Rest Area biasanya semacam mie instant gitu khan, jadi pas liat yang gak penuh langsung deh menepi sejenak, pas banget saat itu udah lewat jam 12 siang, jadi udah mulai berasa lapar, jadilah Lunch yang seru dan heboh dimobil, nasi yang gak habis hanya nasi affa aja, yang lainnya habis. 

Setelahnya turun mobil, dan salat dulu, ada toilet dan bersih dan masuk mobil lagi, lanjut Semarang deh, jelang jembatan yang baru itu (jembatan kalikuto) kita diarahkan keluar tol, jadi dari situ ke Semarang lewat Pantura deh, kendal dan seterusnya sampai Semarang, 6.5 jam sudah sampai Semarang, lumayan banget, rekor kita 6.5 jam Jakarta Pekalongan sudah digantikan 6.5 jam Jakarta -  Semarang. 



Selamat Lebaran buat semuanya ya, sejak minggu lalu kita sudah kembali ke Jakarta lagi dan Jakarta mulai berangsur-angsur normal padatnya, tapi ya itu banyak tempat makan yang liburnya kok lama banget. 

Wednesday, May 30, 2018

Puasa Raffa di tahun ini

Tidak terasa sudah tahun ke-3 Raffa belajar berpuasa, memulainya pertama kali di Ramadan tahun 2016 lalu, Ramadan tahun ini sudah memasuki tahun ke-3 si bungsu kami belajar berpuasa.  Puasa tahun 2017 lalu Raffa berhasil puasa penuh 8 hari, sungguh  suatu hal yang membanggakan, catatannya ibu rangkum di Instagram, kali pertama sukses puasa penuh  saat diajak nonton film anak-anak di Bioskop, pulangnya ngantuk dan tidur sampai jelang waktu berbuka puasa, diminta sabar dan akhirnya sukses puasa penuh sampai magrib, untuk sahurnya seperti saat tahun 2016, selalu mudah dibangunkan sahur dan tidak mau tidur lagi, bahkan gak mau tidur disiang harinya dan setelah sahur langsung main dan minta difotoin saat sedang main dengan mainannya .

Hari ini sudah memasuki hari ke14 Ramadan, sudah hampir separuh perjalanan.  Ramadhan tahun ini dimulai serentak di hari Kamis 17 Mei 2018 lalu, tahun ini Raffa sudah jadi anak TK B, sudah mau SD dan sudah tambah besar dan tambah pintar, sudah 6 tahun lebih usianya, jadi saat saur pertama, semua semangat sekali dan Ibu dan ay sudah pesankan Raffa untuk tidur siang biar puasanya tidak berasa, kebetulan Raffa dan abang-abangnya semua libur dari Rabu sampai Jumat menyambut Puasa.  Biasanya ibu siang-siang suka telp kerumah menanyakan anak-anak, tapi sengaja di hari pertama puasa lalu itu tidak telp dan berharap anak -anak sedang tidur siang, dan raffa Puasanya bisa penuh, eh pas pulang kerja, teteh yang kerja dirumah kita pulper bilang, bocah satu ini sudah minta buka puasa saat beduk Dzuhur dan laporan nenek, tetehnya gak tega karena suhu badannya Raffa menghangat dan setelahnya lanjut puasa lagi, puasa setengah hari lagi dia.  Awal-awal puasa penuh kemarin, raffa malam-malam setelah salat tarawih tanya apa masih boleh makan lagi..sekarang dia udah ngerti deh, dan udah bisa bedain buka puasa dan sahur, kalau 2 tahun lalu, buka puasa dia kirain buka saur.

Malamnya Ibu dan Affa ngobrol, dan ibu bilang puasa itu buat sehat dan tidak ada orang yang wafat karena puasa, eh dia bilang aku udah tau Bu, guruku juga bilang begitu, dan keesokan harinya Puasa hari ke-2 sampai dengan kemarin hari ke13,Raffa sukses puasa penuhnya lho, sudah bisa diajak jalan-jalan juga pas weekend atau pas kita libur kemarin. Hari ke 3 puasa, masih kelihatan agak pucat dan setelahnya sudah mulai terbiasa, bahkan saat bermain kemarin, teman raffa yang kelas 2 SD, main kerumah bolak balik naik turun tangga dan main sepeda kerumah teman yang lain, jam 10 sudah nyerah kehausan, dia cuma senyam senyum aja liat temannya minum, dia bilang temannya gak kuat puasa, ibu bilang gak pa pa dia minum kan dia bukan muslim, anak kecil temannya raffa ini lucu juga, dia bilang dia ikutan berpuasa juga.

Nunggu berbuka puasa

buka puasa

sudah beradaptasi, ceria dan gak lemas lagi
Liat makanan dimeja makan,Raffa sudah bisa menahan dirinya, kalau dulu khan semua makanan harus disingkarkan dan saat jelang bukpus, dia dijagain dan diingetin he he he, alhamdulillah banget, mudah-mudahan Raffa diberikan kesehatan dan bisa terus puasa penuh kayak abang-abangnya, Raffa memang rekor nih, belajar puasanya sampai tahun ke-3, masnya tahun ke-2 udah sukses bisa puasa penuh saat 5 tahunan, kakanya langsung nyoba puasa penuh saat usia 5 tahunan dan langsung bisa dan Raffa sampai 3 kali, maklum deh ibu karena anak bontot ini, O iya kalau masih kecil-kecil, biasanya Ibu dan ay iming-imingin dia mainan, dan baru puasa hari ke-10 aja dia udah beli mainan 4 kali lho...

Setelah besar, hadiah gak penting lagi, mudah-mudahan semua yang sedang berpuasa diberikan kelancaran dan kesehatan ya dan diberikan kelancaran buat yang mau mudik nanti.

*Update setelah lebaran.

Suskses puasanya sampai akhir, satu setengah hari, dan satu hari pertama puasa full dia minum siang-siang.

Wednesday, May 09, 2018

Surat Panggilan

Berbarengan dengan hari kemarin, Selasa 8 Mei 2018, saat seluruh siswa SMA kelas XII ikut SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), pengumumannya yang ditunggu tunggu datang.  Pengumuman apa, yang jelas bukan pengumuman SBMPTN ya, kalau pengumuman SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) juga bukan,  kalau yang itu sudah diumumkan di  Selasa 17 April 2018 lalu di pengumuman.snmptn.ac.id .

Udah mulai nih mengenal istilah- istilah itu karena waktu jaman sekolah SMA dulu kan Ujiannya namanya UMPTN,jaman Now SBMPTN.  Kalau yang SNMPTN jaman old disebutnya jalur undangan, he he he ketauan deh masanya jaman kapan itu.

Jadi ceritanya di awal tahun kemarin, gak lama masuk Semester 2 dikelas X (ini jaman now pake romawi segala ya, jaman Old sih disebutnya kelas 1 SMA) si mas Jek, disekolahnya ikutan Seleksi Sekolah untuk OSN (Olimpiade Science Nasional ) Tingkat SMA Tahun  2018 ini. Dari seleksi sekolah terpilihnya 5 orang siswa/i untuk 9 bidang, total jumlah mereka jadi 45 siswa/i.
  
Olimpiade Sains Nasional adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.

Olimpiade Sains Nasional diadakan sekali dalam satu tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

Jenjang SMA: Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, dan pada tahun 2008 ditambahkan bidang baru yaitu Kebumian. Lalu pada tahun 2013 ditambahkan bidang baru yaitu Geografi.

Terus terang baru tau nih ibu 3 boys baru tau ada Olimpiade macam begini, sampai di buat grup WA khusus buat  Otm (orang tua Murid) untuk support anak-anaknya yang terpilih mewakili sekolahnya buat berjuang ke OSN yang rencananya akan  diadakan di Kota Padang Sumatera Barat (udah seneng aja bakalan mudik lagi deh).

Ternyata menuju kesana memang bukan jalan yang mudah, yang ngeliat anaknya ngejalaninnya aja rasanya gimana gitu, he he he padahal mah bukan emaknya yang belajar ma ujian ya, perjalanannya cukup panjang dan lama. (bukan iklan coki-coki).

  1. Seleksi pertama di Sekolah Masing-masing (Februari 2018)
  2. Seleksi kedua Tingkat Kabupaten/Kota Madya, seleksinya diadakan Rabu 28 Februari 2018 di SMA 39, sekolah Mas Jek punya wakil 45 siswa/i.  Pengumumannya tidak terlalu lama tanggal 9 Maret 2018 hasilnya sudah keluar, dari 45 siswa/i , setelah pengumuman menjadi sekitar 28 siswa/i saja, rata-rata setiap bidang lulus 3 orang, satu bidang saja yaitu Ekonomi yang lolosnya ada 4 siswa/i.  Mas Jek masih lanjut.
  3. Setelahnya ada Pra OSP, tadinya Ibu kira kalau udah lulus tingkat kodya langsung tingkat Provinsi yang mana jadwal Ujiannya itu ada di Bulan April 2018, ternyata oh ternyata masih ada Pra OSP.  
    Pra OSP –> yg lolos test pra OSP baru bisa OSP

    Info Pembinaan Tahap 1 :
    Hari : Rabu sd Jumat
    Tanggal : 7-9 Maret 2018
    Jumlah peserta 102 siswa/ mapel.

    Jadi ada pembinaan dulu sebelum test Pra OSP, masing-masing bidang tempatnya berbeda-beda, kalau mas Jek dapatnya di SMA 48 dekat Tamini Square, dia bertiga dengan 2 kakak kelasnya ikut Pembinaan untuk bidang Astronomi, terharu deh karena Otm di skul mas jek care banget mendukung anak-anaknya, kita saling mendoakan dan kompak jadinya, mereka mengatur kendaraan untuk Pergi Pulang ke Sekolah tempat pembinaaan yang berbeda-beda itu, menyediakan snack pagi buat yang tidak sempat sarapan,minum dan lain-lain.  

    Ujian Pra OSP sendiri dilaksanakan di hari Sabtu,10 Maret 2018 di SMA tempat pembinaan.  dari 100 siswa yang ikut dari seluruh SMA di DKI Jakarta, akan diciutkan lagi jumlahnya menjadi 40 orang.
    sebelum ujian, mari kita sarapan dulu ...

    Mas Jek sebelum ujian Pra OSP
    Lebih kurang seminggu kemudian pengumumannya pun keluar, mas jek dan 2 kakelnya  alhamdulillah lolos lagi, total siswa/i skulnya mas jek yang lulus ada 26 siswa/i, rata -rata 3 orang setiap bidang, hanya satu bidang yang 2 orang. Jadi dari 28 siswa/i sebelumnya menjadi 26 siswa/i .

    Dan setelahnya dimulailah tahap pembinaan yang berikutnya 10 hari, 28-29 Maret 2018, 2-7 April 2018, 16-17 April 2018, dari Pagi sampai sore hari ikut pembinaan di SMA 48 lagi.  (resikonya pelajaran di sekolah sendiri  jadi ketinggalan euyy).

     4.  Seleksi keempat, seleksi tingkat Provinsi,hanya 2 orang siswa saja yang diambil dari satu sekolah, harapan guru dan otm 18 siswa bisa lolos mewakili 9 bidang ada.

    Pengumuman kemarin adalah pengumuman yang ditunggu-tunggu para orangtua, (mungkin anaknya juga ya), dan alhamdulillah mas jek lolos lagi, mudah-mudahan mas jek sehat, dan diberikan kelancaran saat dia  berangkat ke Padang 1-7 Juli nanti, dan tentunya bisa dapat medali (Gold) kalau bisa, Amin. (kenceng banget) .

    Total wakil dari Skul mas Jek mengerucut tinggal 7 siswa/i, 4 kelas XI, dan 3 kelas X, semoga dapat Medali yang diidam-idamkan buat semuanya, Amin (lagi).

Wednesday, April 25, 2018

bulan April, bulannya Kartini

Senin lalu ada yang sama-sama acara Kartinian di Sekolah, Mas Jek yang sekarang kelas 1 SMA disekolahnya ada acara memperingati hari kartini dan di TKnya si bungsu juga ada acara Kartinian.

Sabtu lalunya ibu ma ay mampir ke asramanya mas jek dan  udah kasihin si mas baju muslim putih lengan pendek, sama pecinya serta celana batik gitu, ceritanya baju adatnya pakai betawi aja yang simple dan mudah, tapi minggu paginya dia WA lagi dan minta baju adat yang lainnya saja, he he he waktu kelas 3 SMP juga pakai baju kayak begitu dan baju putihnya dan celana batiknya juga masih sama kayak dulu, dia bilang baju adat betawi itu yang pakai beskap hitam itu.  

Jadilah pagi itu langsung niat jalan-jalan cari baju adat, kebetulan Raffa juga Senin mau Kartinian, dengan tema baju Profesi.   Ingat-ingat,jaman dulu kaka Fai TK pernah sewa baju di Tina Salon Pondok Kelapa dan setelah mutar-mutar daerah dekat rumah salon yang dulu sudah engga ada akhirnya Kita ke Tina Salon itu dan ternyata Guru Pianonya Kaka Fai di Nuansa Musik,namanya Ka Diana yang melayani kita mencari baju adat dan baju Profesi, lengkap juga loh disana baju baju adatnya, akhirnya dapatlah baju adat buat Mas Jek, tadinya mau ambil baju adat Jawa,akhirnya diambil yang mudah saja yaitu baju adat Padang warna merah dan sekalian baju Profesi buat Raffa, Raffa kepengen pakai baju Polisi, jadilah Minggu itu sewa baju adat Padang,hari itu banyak juga yang datang ke Tina Salon, karena kita kenal Ka Diana, kita tidak diminta membayar Jaminan Sewanya, cukup membayar Sewa bajunya saja,baju adat dan selopnya ukuran SMA Rp. 150 Ribu dan baju Polisi Uk 6 Rp. 100 Ribu.

Raffa pakai baju polisi tapi tetap mau jadi Pelukis


Senin kemarin, sedari pagi hujan sudah lebat sekali turun, Raffa sudah bersiap-siap mau sekolah, Raffa sejak Kamis dan Jumat sebelumnya memang tidak sekolah karena demam dan batuk.

Akhirnya Raffa tidak jadi berangkat, masih hujan terus dan memang karena keliatan masih belum fit jadi tidak dipaksakan berangkat sekolah,  keseruan Kartini   di Sekolahnya seperti ini.

Sementara di Selolah Mas Jek ada Lomba Masak dan lomba busana Adat.

Acara Kartinian di Skul mas Jek, Tks ya Fotonya Ibu ibu Otm yang hadir

Tina Salon yang lengkap baju adatnya dan baju profesinya hanya  melayani yang langsung datang saja ke sana, mereka sudah kewalahan melayani yang datang jadi tidak perlu iklan online, bagi yang tinggal seputaran duren sawit dan kalau memerlukan baju adat bisa datang kesini.

Tina Salon – Jakarta Timur

Alamat : Jl. Taman Malaka Selatan Blok A 14/3 Pondok Kelapa Jakarta Timur, DKI Jakarta 13460

No. Telepon : 021 864253 

Wednesday, February 21, 2018

Bolu dan Seragam

Seminggu yang lalu di sekolah saat Imunisasi Difteri yang ke-2 si bolu ini ditemani tetehnya saja, kalau Imunisasi MR ditemani Ibu di sekolah, imunisasi difteri pertama di Posyandu dekat rumah ditemani nenek dan tetehnya Desember lalu .

Saat gilirannya tiba, dia menolak di imunisasi, ditanya bu guru apakah takut disuntik, dijawab dengan mantab tidak takut, ditanya kenapa, jawabannya dia gak mau disuntik Ibu guru, jadi karena saat Selasa minggu lalu, Ibu dokter Puskesmas yang bertugas pakai seragam Pemrov DKI itu .


Jadi menurut bolu,kalau pakaian seragam yang itu adalah seragam Ibu Guru, bukan ibu Dokter. Menurut dia, kalau seragam Ibu dokter itu yang putih kayak kalau aku ke Klinik atau ke RS Hermina, begitu katanya. Untungnya, ibu dokter bawa jas putihnya, setelah beliau pakai, Raffa pun mau disuntik, dan seperti biasa dia selalu berani disuntik, kalau teman-temannya banyak yang nangis, dia enggak nangis, enggak sakit katanya. Kalau yang pertama Desember lalu keluhannya cuma pegal, kali ini sempat agak hangat sebentar badannya hari itu setelah diimuniasi, dan besoknya sudah bisa sekolah lagi. Baru tau ceritanya dari teteh kemarin, buat ibu senyam senyum sendiri, nanti Raffa sudah gedean pun bakalan senyum kayaknya nih liat postingan ibu yang ini.

 Bolu saat Imunisasi MR disekolah, September 2017 lalu, Ibu dokter berjas putih jadinya dia enggak nolak diimunisasi .

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...