Tuesday, February 09, 2016

Si Bolu sudah 4 Tahun

Udah lama engga posting tentang si bocah lucu ini, sudah 4 tahun aja usianya di hari Selasa, 12 Januari 2016 lalu, udah gede aja, badannya udah sama besarnya kayak 2 kaka sepupunya yang usianya udah 5.5 tahun.


Memulai mengaji lagi sejak pertengahan Oktober 2015 lalu,dan sampai sekarang selalu semangat mengaji setiap sore di hari Senin, Selasa dan Kamis, alhamdulillah banget dan sudah  pede  kalau pakai baju gamis, target pindah tidur diusia 4 tahun tidak tercapai, tapi tidak masalah deh, pada waktunya dia juga akan mau.

Raffa senang sekali berteman, dia lebih suka dengan teman yang usianya diatasnya, walaupun begitu, Raffa ngemong banget sama anak yang lebih kecil, biasanya kalau adik sepupunya yang masih bayi seharian dititipkan di rumah nenek, Raffa senang nemenin adik bayi, atau adik sepupu yang satu lagi yang usianya dua tahunan yang sudah bisa main bersama, gaya kaka sejati banget deh, perhatian dan maklum kalau adik sepupunya itu masih kecil., saat kemarin pas adik sepupunya yang dari Manado datang dan menginap agak lama di rumah nenek, Raffa senang dan bahagia banget, pas adik sepupunya pulang, dia minta dibeliin adik di mall,...hi hi beli adik kok di mall ya.
 Bersama Arkan adik sepupu
Bersama Alief, adik sepupu

Raffa lagi semangat - semangatnya les berenang, karena Raffa berenang, kaka sepupunya yang sebelumnya gak mau les berenang akhirnya ikutan les berenang dan mereka jadi kompak banget  berdua.

Raffa 4 tahun dan Bang Dhafi 5.5 tahun
Raffa tanya kenapa  kaka fai dan mas Dzakynya sudah mahir berenang,sementara dia masih belum bisa, rupanya Raffa sudah gak sabaran mau balapan renangnya sama mas dan kakanya nih.



Diusia 4 tahun ini, Raffa masih tetap suka sama Barongsay dan  Hulk serta Cars. Requestnya mau beli baju barongsay belum terpenuhi, masih saja suka menjejerkan majalah, bantal atau bangku-bangku dan sekarang mulai suka dibacakan ibu  dongeng, biasanya bacanya sebelum bobo malam, waktu ibu baru pulang kerja tetehnya diminta bacain dongeng dalam bahasa inggris  sambil Raffa tanya ke teteh bisa bahasa inggris khan? he he untung aja tetehnya pintar, bahasa belanda aja sedikit dikit ngerti apalagi bahasa inggris .




Raffa lagi main

Mudah-mudahan Raffa semangat terus sekolah PAUD dan mengajinya dan bisa selalu diberikan kesehatan, jadi anak yang Pandai, kuat, dan soleh amin.

Friday, February 05, 2016

Aston Anyer Beach Hotel

Akhirnya di Akhir Januari lalu, kesampaian juga untuk berkumpul bersama-sama lagi, mamanya Ibu dengan semua anak, mantu dan cucu-cucu, seminggu sebelum hari H, 5 kamar Superior Double/Twin Room sudah di booking.  Rombongan pertama sudah tiba sebelum pukul 11 Pagi, waktu check in di Aston Anyer Beach Hotel seperti umumnya hotel-hotel pada umumnya adalah pukul 14.00 WIB dan Check Out Timenya Pukul 12.00 WIB. Terakhir ke Anyer tahun 2012 lalu, jalanannya rusak dan macet sekali, dan baru tahu juga setelah keluar pintu tol Cilegon timur, lampu merah lurus saja terus, ada jalan baru yang dibeton dan lebar, jalan ini mempersingkat waktu tempuh kami, ya liburan keluarga tahun 2012 lalu ke Pondok layung Resort menyenangkan tapi membayangkan menempuh kemacetan yang sama membuat kami memilih untuk menghindari Anyer selama ini.


Saat kami sekeluarga sampai  (sebagai rombongan terakhir dari 4 mobil ) pada siang hari pukul 13.30 WIB, dua kamar sudah siap dan semua sudah berkumpul di dua kamar yang  sudah siap, saat menanyakan 3 kamar lainnya, kami beruntung satu kamar lagi  sudah siap, jadi kami bisa taruh barang bawaan dulu sebelum ikutan berkumpul di 2 kamar yang ada connecting roomnya itu.

Saat menunggu sebentar itulah, kami menyaksikan ada tamu sepasang suami istri yang masih menunggu untuk check in dan koper merahnya yang diletakkan didekat pintu masuk bersama barang bawaan lainnya tidak ada, mereka komplain meminta pertanggungjawaban pihak hotel jika koper mereka tersebut hilang, tidak berapa lama akhirnya drama pun berakhir karena sang koper merah segera ditemukan, nampaknya dikelompokkan dengan barang bawaan tamu yang lainnya. Lobby hotelnya yang bersebelahan dengan Sunset Cafe memang tidak terlalu luas dan dibelakangnya langsung kolam renang dan Pantai, bahkan ada yang menunggu waktunya check in sambil anaknya  berenang. Nampaknya saat weekend hotel ini ramai sekali, mungkin karena hotelnya masih baru, masih banyak yang penasaran ingin mencoba kesini atau tempat menunggu yang kurang luas .

5 kamar Superior Double or Twin Room yang kami pesan, semuanya bernomor ganjil, kami menempati lantai ke-4, tapi nomor kamarnya dimulai dari 5, dan viewnya adalah Parkiran seberang hotel, kamarnya bersih dan desainnya minimalis, amenitiesnya cukup lengkap dan tersedia juga hair dryer dan safety box. Wifinya pun cepat,  anak-anak langsung duduk tenang didepan TV.

View dari kamar




Selama disana, acara kami juga hanya ada dua, bolak-balik antara kolam renang dan Pantai, kolam renangnya ada dua, kolam renang untuk anak-anak dan kolam renang untuk dewasa. Breakfast di Sunset Cafe dengan variasi menu yang cukup banyak tapi rasa makanannya  standar saja.

Anak-anak sudah cukup puas jika bertemu dengan air, baik dipantai ataupun di kolam renang, ombak di Pantainya cukup tenang ,mau olahraga air ada banana boat , kalau cari orang jualan tidak ada di Pantainya ,  Pantainya hanya untuk tamu hotelnya.

Air kolamnya tidak dingin..jadi betah berenang berlama-lama




Selama disana kami hanya mencoba Pondok Ikan Bakar BM, jadi saat makan malam kesana dan setelahnya masih mampir keseberang pondok BM ke tempat jualan duren, beli durennya gak banyak, hanya dua buah saja dan cukup dimakan beramai-ramai, duriannya lumayan enak kok, ibu makan satu saja berdua Raffa.


Saat mau pulang juga kita makan siang dulu ke Pondok BM , gak kreatif banget, makanannya disana lumayan enak  dan harganya juga cukup masuk akal kok, saat perjalanan pulang kami melihat RM Muaro cukup ramai juga pengunjungnya, o iya ada 2 Pondok Ikan Bakar BM, yang kami datangi yang cukup besar tempatnya sementara yang satunya lagi tempatnya kelihatan lebih kecil,  saat datang dengan pertimbangan sampai di Anyer saat jam makan siang dan karena banyaknya anak-anak kecil, yang terkecil dede alief yang usianya 8 bulan, maka our mom membawa bekal makan siang, ternyata seru juga  makan rame-rame di 2 kamar hotel yang berconnecting room itu.

Sebelum pulang, kami sempatkan  naik ke lantai teratasnya di mana ada musholla dan ruang serba gunanya yang di namakan dengan nama-nama kue, black forest, red velvet.  Memang sudah diniatkan mencari tempat yang lumayan luas untuk berfoto bersama, akhirnya berhasil juga berfoto berdelapan belas dengan bantuan timer, maklum yang biasanya bawa tripod kali ini tripodnya tidak terbawa.



Overall menginap di Aston Anyer Beach Hotel  bersama keluarga menyenangkan Perjalanan pulang relatif lancar dan start pukul 15.00 setelah makan siang, pukul 17.30 WIB kami sudah tiba kembali di rumah dengan selamat, ke Anyer lagi, siapa takut .....
Address: Jl. Raya Karang Bolong KM 139, Karang Suraga, Cinangka, Banten 42167, Indonesia

Friday, January 29, 2016

Berkunjung ke Pantai Air Manis melihat Batu malin Kundang

Jangan bosan ya, ceritanya masih saja  berkutat di Sumatera Barat, selepas mendarat di Bandara Minangkabau, anak-anak sudah tidak sabaran untuk melihat batu malin kundang,jadi setelah singgah sebentar di Jembatan Siti Nurbaya, tujuan berikutnya adalah ke Pantai Air Manis ini.  Kaka Fai bertanya-tanya apa bisa orang jadi batu, Legenda Malin Kundang ini memang terkenal sekali.

Batu yang menyerupai manusia bersujud ini memang buat penasaran, selepas jembatan siti Nurbaya, langsung deh kita ke Pantai Air Manis tempat Batu Malin Kundang berada.





Ini dia Batu malin Kundangnya

















Ibu yang tidak suka ma Pantai, cukup jauh-jauh saja, takut migren melanda euyyy, tapi kalau ke Sumatera Barat dan tidak suka sama Pantai rugi deh, karena pantai  dan danau terus ketemunya. Saat kita kesana sepi sekali hanya ada beberapa keluarga lainnya selain kita, sarana dan prasana juga masih kurang, untuk beli sandal jepit saja tidak ada yang menjual, hmmm tapi tidak tahu juga sih, mungkin karena masih belum musim libur ya, jadi sepi sekali.

Siapa Sangka setelah kunjungan ke Pantai Air Manis dan dilanjutkan  ke Pantai Carocok Painan  malah jatuh cinta dengan  Pantai Carocok Painan.  Benar juga ya tidak boleh tidak suka yang berlebihan, alih-alih benci nanti malah cinta. Tidak berlama-lama di Pantai ini karena keburu hujan, awalnya cuma gerimis tiba-tiba langsung berubah menjadi deras. Menuju pantai berikutnya, kami mampir di Mart setempat dan membeli beberapa pasang sandal jepit dan camilan yang ternyata sangat berguna selama di perjalanan.

Setiap tanya ke Pak Sopir, dijawabnya dekat kok Pantainya, jaraknya sekitar 75 Km dengan medan berbukit bukit yang luar biasa indahnya, dan nampaknya walaupun di bukit semua mobil itu ngebut, jadi jalannya kayak kita mau  naik ke Tangkuban Perahu, untunglah anak-anak telah terbiasa dengan medan seperti itu.

Perjalanan Pulang lebih menakjubkan lagi, apalagi hari mulai gelap dan hujan turun cukup lebat, perkiraan di Google map meleset sedikit saja, hanya setengah jam, pukul 20.00 Wib akhirnya kami  sampai dengan selamat  ke Kampung halaman di Sumani, Solok, Sumatera Barat.


Thursday, January 21, 2016

Belajar sambil main di Adventure Of Human Body

Hari Minggu kemarin, siang-siang kita berkunjung ke Summarecon Mall Bekasi, peristiwa Kamis minggu  lalu yang menghebohkan tetap buat jalanan  ramai, hari Kamis siangnya di telp ay karena dia khawatir ada bom serupa Sarinah di Cikini,  yang mana ternyata cuma hoax dan dia khawatir karena dekat sama tempat kerja ibu di Salemba, sementara ibu tenang aja tidak telp si ay karena seharian jadwal beliau rapat dikantornya di Kebayoran Baru sana.  

Loh, kok malah ngebahas itu ya, perjalanan minggu siang ke Summarecon Mall Bekasi melalui Kalimalang siang kemarin cukup lancar, setengah jam saja dari rumah, dan melihat iklannya The Adventure of Human Body, kaka Fai request kepengen masuk, kebetulan ibu dan ay masih ada yang dicari di lantai yang sama, masuklah kaka fai dan mas Dzaky, Raffa tadinya mau ikutan tapi gak jadi karena ibu dan ay enggak ikutan masuk.



Masuknya melalui mulut raksasa itu





 Bapak yang berbicara


 Kaka Fai bilang jembatannya keren banget




Ternyata cukup lama juga mereka didalam, Raffa sudah risau, minta ay jemput 2 abangnya, takut abang-abangnya hilang kata Raffa, pantas lamanya ya, luas areanya saja mencapai 800 m2. Berpetualang di tubuh manusia raksasa ini sungguh menakjubkan, fai sampai bilang Ibu, ay dan Raffa rugi sekali karena tidak ikutan masuk.

Petualangan dimulai dari mulut dan berakhir di saluran Pembuangan, ada 5 sistem yang dimasuki, yang dimulai dengan pengenalan sistem sirkulasi pernapasan. Wahana ini mengajak para pengunjung untuk menjelajahi mulai dari tenggorokan, pita suara, organ jantung, hati, ginjal, pankreas, usus, sistem saraf, hingga ke saluran pembuangan (rektum). sumber dari mallbekasi.com

Wahana Adventure of Human Body ini  dibuka setiap hari, mulai tanggal 23 Oktober 2015 - 31 Januari 2016 pukul 11.00 WIB - 22.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar Rp. 30.000 per orang. Masih ada kesempatan nih kalau ada yang mau kesana.



Sambil nunggu mas Dzaky dan kaka Fakhri



Keluarnya disini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...